Bagaimana Sukses Sampai menghasilkan Dollar ! Akan Saya Bocorkan Untuk Anda Sekarang !

ADSENSE link unit (728 X 15px) SPACE

Bagaimana Sukses Mendapatkan Penghasilan Tambahan Sebagai Affiliate Marketer Dari Clickbank Dengan Benar Klik Disini
Tampilkan postingan dengan label evakuasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label evakuasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2011

KBRI Tunis evakuasi delapan WNI dari Libya

Saif Al-Islam, putra Muammar Gaddafi, menyapa pendukungnya di Tripoli, Selasa (23/8). Al-Islam sempat mengklaim sebagian negara itu masih dalam kekuasaan ayahnya, Muamar Khadafy. Akibat konflik bersenjata internal negara itu, banyak WNI yang harus mengungsi keluar negara itu. (REUTERS/Paul Hackett)
... Beruntung massa yang mengamuk itu menghargai keberadaan mereka berdua sebagai orang Indonesia, dan tidak menimpakan kekesalan atas majikan mereka kepada mereka berdua....
London (ANTARA News) - Upaya keras dan terus-menerus dilakukan Tim Evakuasi KBRI Tunis untuk mengevakuasi WNI dari Libya membuahkan hasil. Tercatat delapan WNI yang bekerja di Libya berhasil dievakuasi ke Tunisia, Selasa (6/9).
Kedelapan WNI (TKW) itu masing-masing Eliya BT Sana Darsilah (36) Roatinih BNT Walir (30) dan Eni BT Sair Bosar (33) dari Subang , Parni BT Mai Endi (39) dari Cianjur, Asiyah BNT Ardi (45) dan Dian Yulianti Mahmud (23) dari Tangerang, Kadmini BT Said Muhammad (31) dari Pandeglang serta Rosidah BNT Sanawi (30) dari Indramayu berhasil masuk ke wilayah Tunisia sekitar pukul tiga sore waktu setempat (21.00 WIB) pada hari Selasa.
KBRI Tunis dalam keterangannya yang diterima ANTARA London, Rabu , rombongan bertolak dari KBRI Tripoli sekitar pukul 09.00 waktu setempat.
Selama di perjalanan, rombongan terus dipandu oleh petugas Tim Evakuasi yang berada di perbatasan. Perjalanan berlangsung lancar, meskipun banyak terdapat penjagaan oleh pasukan bersenjata.
Sesekali rombongan dihentikan, namun diizinkan lewat tanpa diperiksa, setelah diberitahu mobil tersebut mengangkut rombongan WNI yang akan dievakuasi ke Tunisia. Menjelang tengah hari, rombongan tiba di perbatasn Libya.
Meskipun telah tiba di perbatasan sejak sebelum tengah hari, rombongan harus menunggu cukup lama di pintu perbatasan, karena panjangnya antrean warga Libya yang ingin masuk ke Tunisia.
Membeludaknya antrean ini, merupakan salah satu pertanda mulai membaiknya kondisi Kota Tripoli dan kawasan barat Libya lainnya.
Banyak truk-truk besar kosong dari Libya yang memasuki Tunisia untuk membeli bahan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, antrean juga dipenuhi warga Libya yang ingin memasuki Tunisia karena keperluan medis.
Akibat konflik bersenjata yang lalu, banyak dari warga Libya yang tidak dapat melakukan cek medis secara berkala ataupun berobat ke Tunisia, seperti yang biasa mereka lakukan di masa sebelum terjadinya konflik.
Pengurusan izin baik di pos imigrasi Libya maupun di Tunisia juga memakan waktu berjam-jam, dikarenakan beberapa TKW tidak lagi memiliki paspor atau masa berlaku paspornya telah habis.
Setelah negosiasi antara petugas Tim Evakuasi KBRI Tunis dengan otoritas imigrasi di perbatasan Libya maupun Tunisia, berhasil dicapai kesepakatan hingga kedelapan TKW tersebut dapat meninggalkan Libya dan juga dapat diizinkan memasuki wilayah Tunisia.
Setibanya di wilayah Tunisia, beberapa TKW menyampaikan suka citanya. Parni BT Mai Endi yang biasa dipanggil Ani mengungkapkan kelegaannya setelah lepas dari cekaman keadaan di Libya yang disebutnya bagai terbebas dari penjara. Selama konflik dia sering pingsan saat bom jatuh di sekitar rumah yang ditinggalinya.
Kantor dan lokasi kerja yang mengelilingi komplek rumah majikan hancur diterpa bom, menyisakan bagian tengah kompleks yang kebetulan tempat yang ditinggalinya. Dia mengaku jantungnya makin terasa lemah karena tak kuat menahan ketakuatan selama perang.
Asiyah binti Ardi yang bekerja serumah dengannya kerap menyeret tubuhnya yang tak sadarkan diri mencari tempat perlindungan di bagian dalam rumah yang dirasa lebih aman. Setelah jatuhnya Tripoli ke tangan pasukan NTC, rumah majikannya yang merupakan orang dekat Kadhafi menjadi sasaran kemarahan massa.
Pernah terjadi, lebih dari dua ratusan orang menyerbu masuk ke rumah majikannya, menjarah dan merusak untuk melampiaskan kemarahan mereka.
Majikannya sendiri telah kabur dari rumah lebih dulu menghindari kejaran NTC. Beruntung massa yang mengamuk itu menghargai keberadaan mereka berdua sebagai orang Indonesia, dan tidak menimpakan kekesalan atas majikan mereka kepada mereka berdua.
Cerita serupa dengan apa yang dikisahkan Ani juga dialami TKW lainnya. Eliya, misalnya, mengaku nyaris tertembus peluru nyasar yang melesat disamping badannya saat menjemur pakaian.
Karenanya saat ini, para TKW mengaku dapat bernapas lega. Mereka bersyukur dan mengungkapkan berkat evakuasi ini, mereka terbebas dari kecaman keadaan selama dan pascaperang di Libya.
Keberhasilan evakuasi tidak terlepas dari upaya Tim Evakuasi KBRI Tunis yang dilakukan secara terus-menerus, dan tanpa mengenal lelah. Apalagi keberadaan para TKW yang bekerja secara informal di Libya tersebut terlacak berkat informasi yang dikumpulkan Tim Evakuasi KBRI Tunis dari berbagai pihak.
Selain melakukan komunikasi intensif dengan WNI di Libya, Tim Evakuasi terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, sehingga Tim dapat terus memantau kondisi keamanan di Tripoli, dan dapat mempelajari kemungkinan dan waktu yang tepat untuk melakukan evakuasi.
Kondisi di Tripoli saat ini cenderung mulai membaik, namun tersebarnya senjata di kalangan rakyat sipil menandakan masih rawannya keadaan keamanan di negara tersebut.
Roda ekonomi mulai berputar kembali, pusat-pusat perbelanjaan mulai aktif kembali, meskipun dengan persediaan logistik yang masih minim. Selain itu, ketersediaan bahan bakar juga masih sangat terbatas.
Tim Evakuasi KBRI Tunis melakukan komunikasi secara berkala setiap hari dengan para WNI yang masih berada di Libya yang sampai saat ini selalu dalam keadaan aman tetap mengarahkan semua WNI waspada dan siap untuk dievakuasi secepat mungkin jika kondisi memungkinkan. Tim Evakuasi juga menjadwalkan melakukan penjemputan berikutnya dalam waktu dekat. (ZG)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2011
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Pemkab Mimika antisipasi rencana mogok karyawan FreeportPemerintah Kabupaten Mimika, Papua, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi rencana mogok ...
Kekuatan pokok minimum TNI-AL direalisasikan pada 2014Percepatan pembangunan postur kekuatan pokok minimum TNI-Al sudah mendesak diwujudkan. Bukan apa-apa, luas wilayah ...
Petasan banyak dijual di dalam Stadion Bung Karno semalamKepolisian Negara RI menangkap empat orang yang kedapatan membawa kembang api saat pertandingan sepak bola antara tim ...
Ciptakan kerja Part time di rumahkisah sukses clickbank
Read More ...

Selasa, 13 September 2011

Tim SAR evakuasi empat korban tenggelam

Bogor (ANTARA News) - Tim SAR dan tim selam Palang Merah Indonesia Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berhasil mengevakuasi empat korban tenggelam di Curug Seribu, Kampung Rawa Lega RT 03/RW 09, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu.

Kepala Markas PMI Kabupaten Bogor Abidin mengatakan evakuasi keempat korban dilakukan Minggu siang.

"Keempat korban berhasil kami evakuasi, setelah tim selam PMI melakukan penyelaman siang tadi," katanya saat dihubungi di Bogor.

Keempat korban diketahui tenggelam pada Sabtu (3/9) lalu, saat mandi di Curug Seribu bersama sejumlah rekannya. Keempat korban itu diduga tersedot pusuran Curug yang kedalamannya hingga 20 meter.

Seluruh korban tersebut ditemukan di sisi kiri curahan air terjun dalam posisi tertelungkup di kedalaman lima hingga 10 meter.

"Korban pertama kita temukan pukul Ali Hamzah (20) pada pukul 10.25 WIB dan Taufik Akbar (26) pukul 10.30 WIB. Lalu selang beberapa menit dua korban lainnya yakni Ivan Fadilah (20) dan Dede (22) juga ditemukan pukul 11.11 WIB yang berjarak tidak jauh keduanya," katanya.

Menurut Abidin, keempat korban merupakan warga Jalan Cidodol Kebayoran Lama RT 03/RW 11 Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Para korban kemudian dibawa ke RS PMI Bogor untuk diotopsi. Selesai diotopsi, kemudian dibawa keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

Evakuasi korban diwarnai isak tangis keluarga korban yang menyaksikan langsung proses itu.

Abidin mengatakan evakuasi terhadap korban telah dilakukan sejak Sabtu lalu, namun karena minimnya peralatan yang memadai, pencarian dilanjutkan Minggu pagi, hingga pada siang harinya keempat korban berhasil dievakuasi tim SAR.

(T.KR-LR/M008) Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Rumah Bung Karno dipadati pengunjungRumah pengasingan Bung Karno di Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu, dipadati ribuan pengunjung yang ingin melihat ...

Biofarma produksi vaksin halal dan berkualitas Biofarma berkomitmen menjadi satu-satunya produsen vaksin halal dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia untuk ...

Kemacetan kendaraan hingga luar Bakauheni Kemacetan arus balik kendaraan pemudik dari Pulau Sumatera tujuan Jawa sudah mencapai luar Pelabuhan Bakauheni Lampung ...


Ciptakan kerja Part time di rumahkisah sukses clickbank
Read More ...
Diberdayakan oleh Blogger.