Bagaimana Sukses Sampai menghasilkan Dollar ! Akan Saya Bocorkan Untuk Anda Sekarang !

ADSENSE link unit (728 X 15px) SPACE

Bagaimana Sukses Mendapatkan Penghasilan Tambahan Sebagai Affiliate Marketer Dari Clickbank Dengan Benar Klik Disini
Tampilkan postingan dengan label empat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label empat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 September 2011

Tim SAR evakuasi empat korban tenggelam

Bogor (ANTARA News) - Tim SAR dan tim selam Palang Merah Indonesia Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berhasil mengevakuasi empat korban tenggelam di Curug Seribu, Kampung Rawa Lega RT 03/RW 09, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Minggu.

Kepala Markas PMI Kabupaten Bogor Abidin mengatakan evakuasi keempat korban dilakukan Minggu siang.

"Keempat korban berhasil kami evakuasi, setelah tim selam PMI melakukan penyelaman siang tadi," katanya saat dihubungi di Bogor.

Keempat korban diketahui tenggelam pada Sabtu (3/9) lalu, saat mandi di Curug Seribu bersama sejumlah rekannya. Keempat korban itu diduga tersedot pusuran Curug yang kedalamannya hingga 20 meter.

Seluruh korban tersebut ditemukan di sisi kiri curahan air terjun dalam posisi tertelungkup di kedalaman lima hingga 10 meter.

"Korban pertama kita temukan pukul Ali Hamzah (20) pada pukul 10.25 WIB dan Taufik Akbar (26) pukul 10.30 WIB. Lalu selang beberapa menit dua korban lainnya yakni Ivan Fadilah (20) dan Dede (22) juga ditemukan pukul 11.11 WIB yang berjarak tidak jauh keduanya," katanya.

Menurut Abidin, keempat korban merupakan warga Jalan Cidodol Kebayoran Lama RT 03/RW 11 Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Para korban kemudian dibawa ke RS PMI Bogor untuk diotopsi. Selesai diotopsi, kemudian dibawa keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

Evakuasi korban diwarnai isak tangis keluarga korban yang menyaksikan langsung proses itu.

Abidin mengatakan evakuasi terhadap korban telah dilakukan sejak Sabtu lalu, namun karena minimnya peralatan yang memadai, pencarian dilanjutkan Minggu pagi, hingga pada siang harinya keempat korban berhasil dievakuasi tim SAR.

(T.KR-LR/M008) Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Rumah Bung Karno dipadati pengunjungRumah pengasingan Bung Karno di Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu, dipadati ribuan pengunjung yang ingin melihat ...

Biofarma produksi vaksin halal dan berkualitas Biofarma berkomitmen menjadi satu-satunya produsen vaksin halal dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia untuk ...

Kemacetan kendaraan hingga luar Bakauheni Kemacetan arus balik kendaraan pemudik dari Pulau Sumatera tujuan Jawa sudah mencapai luar Pelabuhan Bakauheni Lampung ...


Ciptakan kerja Part time di rumahkisah sukses clickbank
Read More ...

Senin, 12 September 2011

Polisi amankan empat WNA dari amuk massa

Palu (ANTARA News) - Kepolisian Resor Palu, Sulawesi Tengah mengamankan empat warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat saat terjadinya amuk massa di wilayah Kelurahan Kabonena, Kecamatan Palu Barat, Ahad malam.

"Iya benar ada empat warga Amerika Serikat yang diamankan dan bukan ditangkap," kata Wakil Kepala Polda Sulteng Kombes Pol Ari Dono Sukmanto saat dikonfirmasi wartawan per telepon di Palu, Ahad.

Kombes Ari Dono mengatakan, keempat WNA yang diamankan itu masing-masing David Ray Graeff (41), Georgia Ray Graeff (41), serta dua anaknya Benjamin David Graeff (12) dan Daniel Earl Graeff (14).

Informasi yang dihimpun wartawan, keempat warga asing itu diamankan dari sebuah rumah kontrakan milik H Nasir Djibran, anggota DPRD Sulteng di BTN Bukit Kabonena Permai Nomor 3, Palu Barat.

Mereka nyaris menjadi korban amukan warga setempat pada Ahad malam sekitar pukul 20.45 WITA karena keberadaannya diduga akan menyebarkan ajaran agama tertentu di wilayah itu.

Oleh Majelis Dzikir Nurul Khairaat dibawah pimpinan Habib Saleh mengkhawatirkan kegiatan keempat warga asing itu akan mempengaruhi aqidah umat Islam di kawasan tersebut.

Untuk itu, sebanyak 30 orang warga bermaksud menemui keempat warga asing tersebut namun gagal setelah sejumlah polisi berhasil menghadangnya.

Situasi makin memanas hingga massa nekat melakukan pengrusakan terhadap mobil Kijang Krista bernomor polisi DN 872 YA milik warga asing itu.

"Saat ini, keempat warga asing itu sudah diamankan dan dibawa ke kantor Imigrasi Palu untuk antisipasi dan proses lebih lanjut," ujar orang kedua di Polda Sulteng itu.

Dari informasi itu, keberadaan keempat warga asing sudah sekitar dua pekan tinggal di kawasan Kabonena.

Empat warga asing yang merupakan satu keluarga itu mempunyai aktivitas mengajar Bahasa Inggris di sekolah Theologi di Desa Uwera, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.

Hingga kini situasi di lokasi kejadian sudah bisa dikendalikan oleh aparat kepolisian setempat dan warga yang sempat berkumpul juga membubarkan diri. (ANT-106/K004) Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Serdadu Ceko sedang Militer Ceko menyusut hingga tinggal seperempatnya sejak Praha meninggalkan Komunisme dua dasawarsa lalu. Kini, mereka ...

Seskab: universitas bukan kancah politik untuk pemakzulanSekretaris Kabinet Dipo Alam sebagai anggota Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) dan bekas Ketua Dewan ...

Biofarma produksi vaksin halal dan berkualitas Biofarma berkomitmen menjadi satu-satunya produsen vaksin halal dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia untuk ...


Ciptakan kerja Part time di rumahkisah sukses clickbank
Read More ...

Minggu, 11 September 2011

Polisi amankan empat WNA dari amukan massa

Palu (ANTARA News) - Kepolisian Resor Palu, Sulawesi Tengah mengamankan empat warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat saat terjadinya amukan massa di wilayah Kelurahan Kabonena, Kecamatan Palu Barat, Ahad malam.

"Iya benar ada empat warga Amerika Serikat yang diamankan dan bukan ditangkap," kata Wakil Kepala Polda Sulteng Kombes Pol Ari Dono Sukmanto saat dikonfirmasi wartawan per telepon di Palu.

Kombes Ari Dono mengatakan, keempat WNA yang diamankan itu masing-masing David Ray Graeff (41), Georgia Ray Graeff (41), serta dua anaknya Benjamin David Graeff (12) dan Daniel Earl Graeff (14).

Informasi yang dihimpun wartawan, keempat warga asing itu diamankan dari sebuah rumah kontrakan milik H Nasir Djibran, anggota DPRD Sulteng di BTN Bukit Kabonena Permai Nomor 3, Palu Barat.

Mereka nyaris menjadi korban amukan warga setempat pada Ahad sekitar pukul 20.45 WITA karena keberadaannya diduga akan menyebarkan ajaran agama tertentu di wilayah itu.

Oleh Majelis Dzikir Nurul Khairaat di bawah pimpinan Habib Saleh mengkhawatirkan kegiatan keempat warga asing itu akan mempengaruhi aqidah umat Islam di kawasan tersebut.

Untuk itu, sebanyak 30 orang warga bermaksud menemui keempat warga asing tersebut namun gagal setelah sejumlah polisi berhasil menghadangnya.

Situasi makin memanas hingga massa nekat melakukan pengrusakan terhadap mobil Kijang Krista bernomor polisi DN 872 YA milik warga asing itu.

"Saat ini, keempat warga asing itu sudah diamankan dan dibawa ke kantor Imigrasi Palu untuk antisipasi dan proses lebih lanjut," ujar orang kedua di Polda Sulteng itu.

Dari informasi itu, keberadaan keempat warga asing sudah sekitar dua pekan tinggal di kawasan Kabonena.

Empat warga asing yang merupakan satu keluarga itu mempunyai aktivitas mengajar Bahasa Inggris di sekolah Theologi di Desa Uwera, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.

Hingga kini situasi di lokasi kejadian sudah bisa dikendalikan oleh aparat kepolisian setempat dan warga yang sempat berkumpul juga membubarkan diri.

(ANT-106/Z002) Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

MK : bangsa Indonesia jangan mau didekte koruptorKetua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menegaskan bahwa bangsa Indonesia yang berdaulat hukum jangan mau didekte dan ...

Kemacetan kendaraan hingga luar Bakauheni Kemacetan arus balik kendaraan pemudik dari Pulau Sumatera tujuan Jawa sudah mencapai luar Pelabuhan Bakauheni Lampung ...

Serdadu Ceko sedang Militer Ceko menyusut hingga tinggal seperempatnya sejak Praha meninggalkan Komunisme dua dasawarsa lalu. Kini, mereka ...


Ciptakan kerja Part time di rumahkisah sukses clickbank
Read More ...
Diberdayakan oleh Blogger.