Bagaimana Sukses Sampai menghasilkan Dollar ! Akan Saya Bocorkan Untuk Anda Sekarang !

ADSENSE link unit (728 X 15px) SPACE

Bagaimana Sukses Mendapatkan Penghasilan Tambahan Sebagai Affiliate Marketer Dari Clickbank Dengan Benar Klik Disini
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2011

Safari Ramadhan Foke sarat kepentingan politik

Gubernur DKI Jaya, Fauzi Bowo. (Arsip foto Antaranews.com)
"Kami menyesalkan aktivitas yang dilakukan oleh Fauzi Bowo dalam Safari Ramadhan yang lalu, yang jelas memanfaatkan momentum tersebut sebagai alat untuk melakukan kampanye terselubung maupun terbuka untuk kepentingan Pilkada 2012"
Jakarta (ANTARA-News) - Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW) atau Pemantau Birokrasi dan Pelayanan Publik Indonesia menilai kegiatan safari ramadhan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke sarat kepentingan politik menjelang Pilkada 2012.
"Kegiatan Safari Ramadhan selama bulan Agustus 2011 yang telah lalu di 29 titik/masjid di Jakarta, meski dibuat dalam kapasitas Fauzi Bowo sebagai Gubernur DKI namun jelas sarat kepentingan politik pribadi untuk mendapat kembali simpati umat Islam Jakarta," kata Ketua IBSW Nova Andika, di Jakarta, Rabu.
IBSW mengikuti sebagian kegiatan safari Ramadhan Foke pada 29 titik di seluruh DKI Jakarta, sejak tanggal 5 Agustus s/d 25 Agustus pada acara buka puasa bersama dan shalat tarawih (Foke melakukan safari Ramadhan sejak 1 Agustus hingga 29 Agustus dan juga melakukan pada beberapa tempat safari di waktu subuh dan siang hari yang tidak kami pantau).
Dalam sambutannya, selain membahas agenda dan kebijakan Gubernur, Foke baik secara langsung/maupun melalui Imam/Pengurus Masjid dan penceramah menyelipkan himbauan untuk dapat kembali memilihnya menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2012, bahkan Masjid telah berubah fungsi menjadi arena ?Yel Yel? untuk kemenangan Foke.
Hal tersebut terlihat pada acara shalat tarawih di masjid Manarul Amal di Meruya Selatan pada tanggal 14 Agustus 2011, dimana penceramahnya yaitu KH. Agus Darmawan mengatakan ?Indonesia butuh pemimpin seperti Fauzi Bowo, karena mereka-merekalah sebagai paku dunia,? dan ia mengajak Jamaah untuk menjawab yel-yelnya seperti ?Foke...Yess!! Foke... Yess !! yang lain... No!!? lalu juga mengajak para jamaah untuk memilih Foke dengan ajakan seperti, ?Pilihlah Foke sebagai pemimpin kita selanjutnya, agar Jakarta berkah."
Hal ini sangat rentan mem-fragmentasi kelompok-kelompok muslim dalam rumah Allah yang seharusnya bebas dan tidak terbelenggu dengan kepentingan politik kelompok sempit yang sangat berpotensi memecah belah umat Islam, kata Nova Andika.
Dalam setiap kunjungannya, Foke selalu memberikan santunan yang sebagian besar berjumlah Rp28 Juta sebagai bantuan untuk masjid serta amplop untuk anak-anak yatim dan bantuan untuk masjid, sangat absurd penjelasan atas asal dana, hal ini sangat rentan manipulasi dana yang diberikan, antara bersumber dari dana Foke pribadi atau dari dana Pemprov Bazis DKI. karena pada saat penyerahan hanya disebutkan kepada hadirin bantuan Foke saja dan tidak disebutkan sumber dananya.
Padahal berdasarkan pengamatan IBSW pada setiap titiknya, sebenarnya Rp28 juta itu terdiri dari Rp18 Juta berasal dari Foke sendiri dan Rp10 Juta dari Bazis DKI, namun IBSW baru mengetahui adanya alokasi sumber dana Rp10 Juta dari Bazis DKI tersebut setelah menghubungi pengurus masjid yang menerimanya.
IBSW juga menyesalkan pemanfaatan masjid dan jamaahnya serta beberapa penceramah/tokoh agama Islam dalam melakukan ajakan untuk memilih kembali Foke pada Pilkada tahun 2012, ini bertentangan dengan aturan yang berlaku yang melarang masjid /tempat ibadah sebagai tempat kampanye.
COPYRIGHT © 2011
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
PMI Sumut ke lokasi gempa AcehPalang Merah Indonesia dari Sumatera Utara (PMI Sumut) mengiimkan tim ke lokasi gempa di Dairi yang berbatasan dengan ...
Kekuatan pokok minimum TNI-AL direalisasikan pada 2014Percepatan pembangunan postur kekuatan pokok minimum TNI-Al sudah mendesak diwujudkan. Bukan apa-apa, luas wilayah ...
Pemkab Mimika antisipasi rencana mogok karyawan FreeportPemerintah Kabupaten Mimika, Papua, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi rencana mogok ...
Ciptakan kerja Part time di rumahkisah sukses clickbank
Read More ...

Senin, 12 September 2011

Seskab: universitas bukan kancah politik untuk pemakzulan

Seskab Dipo Alam ANTARA/Yudhi Mahatma)

Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Kabinet Dipo Alam sebagai anggota Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) dan bekas Ketua Dewan Mahasiswa menentang upaya penggulingan Rektor UI Prof Gumilar R Somantri yang dimotori kalangan dalam dan luar kampus tersebut.

"Upaya itu kurang patut dan tidak mendidik. Universitas bukan partai politik, juga bukan kancah politik untuk pemakzulan," katanya di Jakarta, Minggu malam, mengomentari wacana penggulingan Rektor UI pasca pemberian gelar Dr HC kepada Raja Arab Saudi.

"Tidak patut juga membentuk 'Rektor Perjuangan atau Tandingan' karena semuanya ada dalam statuta UI dan juga peraturan pemerintah dalam pendidikan," lanjutnya.

Dipo meminta para civitas akademika UI tidak terpengaruh oleh ajakan untuk menggulingkan rektor karena tindakan itu kurang tepat.

Kalau masalahnya menyangkut statuta UI sebagai universitas yang besar dan terhormat, Dipo menawarkan akan mempertemukan Rektor UI dengan Prof. Emil Salim, para guru lain besar dan Wali Amanah UI, serta Mendiknas Moh. Nuh dalam pertemuan keluarga besar UI.

"Saya sudah telepon Pak Emil Salim dan beliau setuju. Jadi, tak benar kalau beliau ikut orasi ilmiah di UI untuk menurunkan Rektor terkait pemberian gelar doctor honoris causa pada Raja Arab Saudi," katanya.

Dipo berkali-kali mengingatkan agar civitas akademika UI tidak terpengaruh oleh berita-berita bohong yang provokatif. "Kami akan pertemukan pihak yang menginginkan adanya keterbukaan rektor dengan rektor UI dan Mendiknas," katanya lagi.

Pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Raja Arab Saudi oleh Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar R Somantri dikecam oleh kalangan aktivis HAM dan 'sebagian' guru besar UI dan kecaman ini bahkan mengarah pada isu penggulingan rektor.

Dipo mencermati adanya ajakan kepada para dosen, mahasiswa, alumni UI dan masyarakat umum di internet untuk menaruh batu di Rektorat UI serta menghadiri pidato Emil Salim pukul 10.00 WIB di kampus UI Depok, Senin (5/9).

Padahal, katanya, Prof Emil hanya akan pidato membahas 'Good Governance' untuk UI, sama sekali tidak pidato mengenai pemberian gelar Dr HC ke Raja Arab Saudi.

Anggota ILUNI UI menganjurkan agar jika ada masalah dibicarakan secara kekeluargaan, tidak perlu dibawa ke luar, karena ini menyangkut nama baik UI sebagai universitas besar dan ternama. Apalagi di UI, banyak orang intelek yang punya pikiran dan hati nurani yang bersih sehingga bisa diajak bicara.

"Menghadapi peristiwa ini, kita tak perlu menuruti nafsu untuk bertengkar, tapi harus berkepala dingin untuk menyelesaikan masalah perbedaan pendapat dengan baik. Jangan mau dikilik oleh pihak-pihak yang memang sengaja untuk menunggangi momen pemberian gelar honoris causa itu menjadi masalah besar," kata Dipo Alam.

Bekas aktivis mahasiswa yang terkenal pemberani itu sudah mendapat laporan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang menunggu di tikungan guna menimbrung dalam acara orasi tersebut. Untuk itulah, Dipo merasa terpanggil untuk turun ke lapangan guna mencegah jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Jangan coba-coba memperkeruh masalah rumah tangga UI, karena UI bisa menyelesaikan masalah secara dewasa. Jangan memanas-manasi keadaan, kalau ada yang nimbrung akan saya lawan," katanya.

Apalagi dengan cara "banci"? dengan menghasut mahasiswa ikut-ikutan. Kalau ada anggota ILUNI atau pihak luar bernafsu untuk buat gerakan politik di UI, mereka harus konsekuen kepada dirinya, tidak perlu minta-minta bantuan gerakan mahasiswa bergerak.

"Itu ajakan yang berjiwa kerdil dan tidak ksatria," tegasnya.

Menjawab pertanyaan jika Emil Salim datang dan berorasi menentang pemberian gelar pada Raja Arab Saudi, bukankah bisa mempengaruhi hubungan kedua negara mengingat dia sebagai Ketua Wantimpres, Dipo Alam langsung menukas, "Saya yakin Pak Emil sudah paham persoalan ini sehingga tak gampang terpancing".

Dipo menilai Emil Salim itu negarawan, pasti berfikir untuk bangsanya, dan ia sudah menyatakan bahwa topik soal Dr HC untuk Raja Arab Saudi oleh Rektor UI tidak masuk dalam topik yang akan dipidatokan.

Dipo menambahkan agar Rektor UI juga sudi mendengar suara dan kritik dari kalangan kampusnya sendiri dan timbulnya gejolak ini pasti ada sebabnya.

"Untuk itu kita saling ingatkan demi kemajuan UI. Sebaliknya Dipo juga berharap agar anggota Wali Amanat juga menunjukkan kinerjanya yang positif memajukan UI secara konkret," demikian Dipo Alam.
(A017/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Biofarma produksi vaksin halal dan berkualitas Biofarma berkomitmen menjadi satu-satunya produsen vaksin halal dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia untuk ...

MK : bangsa Indonesia jangan mau didekte koruptorKetua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menegaskan bahwa bangsa Indonesia yang berdaulat hukum jangan mau didekte dan ...

Banyak keluarga bergantung pada TKIKepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, menyatakan ...


Ciptakan kerja Part time di rumahkisah sukses clickbank
Read More ...
Diberdayakan oleh Blogger.