Bagaimana Sukses Sampai menghasilkan Dollar ! Akan Saya Bocorkan Untuk Anda Sekarang !

ADSENSE link unit (728 X 15px) SPACE

Bagaimana Sukses Mendapatkan Penghasilan Tambahan Sebagai Affiliate Marketer Dari Clickbank Dengan Benar Klik Disini
Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 September 2011

Suami nikah 37 kali, istri lapor polisi

Bengkulu (ANTARA News) - Yi (25), ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Putri Gading Cempaka RT 06 Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu, melaporkan suaminya yang berinisal ST (37) ke polisi karena tidak terima ditinggal menikah sebanyak 37 kali.

"Saya sudah ditinggal berkali-kali dan menurut pengakuan suami saya dan istrinya yang lain, mas ST sudah menikah lagi dan dihitung-hitung sebanyak 37 kali," ujar Yi, sambil menyeka air matanya, Minggu.

Di hadapan petugas, Yi mennjelaskan bahwa ia adalah isteri pertama sah ST, dan ia sudah dikhiananti oleh suami tercintanya dengan menikahi sekitar 36 orang perempuan, dan jarang pulang ke rumah.

Dengan menangis tersedu-sedu di hadapan petugas, ia meminta agar sang suaminya ditangkap karena sudah tidak memberikan nafkah lahir dan batin selama 6 bulan terakhir.

Sementara itu Kapolsek Ratu Samban AKP Hardinata, mengatakan pihaknya menyarankan agar korban Yi langsung melapor ke petugas PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) agar lebih leluasa menceritakan kronologis yang dialaminya. Sebab pernyataan Yi seolah-olah tidak masuk akal, apalagi ia merupakan istri pertama korban yang masih berusia sekitar 25 tahun.

"Tadi aporannya kita terima, dan dia kita sarankan agar melapor langsung ke Petugas PPA di Polres, biarlah Polwan khusus yang menanganinya, sebab ini perasaan perempuan apalagi menjadi korban pernikahan," ujarnya.

Yi datang sendirian dengan berjalan kaki ke Polsek Ratu Samban dengan bercucuran air mata. Kedatangannya ke Polsek sempat membingungkan petugas setempat karena petugas menduga ia korban penjambretan atau tindakan kekerasan lainnya.

(ANT-291/H-KWR) Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Batasi penjualan Dextro, rawan disalahgunakanPemilik apotek di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, agar membatasi penjualan obat-obatan dosis tinggi untuk sesak ...

MK : bangsa Indonesia jangan mau didekte koruptorKetua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menegaskan bahwa bangsa Indonesia yang berdaulat hukum jangan mau didekte dan ...

Rumah Bung Karno dipadati pengunjungRumah pengasingan Bung Karno di Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu, dipadati ribuan pengunjung yang ingin melihat ...


Ciptakan kerja Part time di rumahkisah sukses clickbank
Read More ...

Senin, 05 September 2011

Petugas DLLAJR Mamuju dan polisi adu jotos

Mamuju (ANTARA News) - Salah seorang petugas Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya Dinas Perhubungan Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, terlibat adu jotos dengan sekelompok oknum polisi pada saat melakukan pengamanan malam takbiran.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 wita, Senin Malam, disaat petugas DLLAJR Dishub Mamuju, Arfan sedang melakukan tugasnya melakukan pengaturan lalu lintas di depan tribun lapangan Ahmad Kirang Mamuju tempat akan dilaksanakannya pawai takbiran yang akhirnya ditunda karena pemerintah pusat menetapkan lebaran Idul Fitri 1432 hijriah jatuh pada tanggal 31 Agustus tahun 2011.

Arfan terlibat perkelahian dengan sekelompok oknum polisi satuan patroli bermotor (Patmor) Polres Mamuju, gara-gara menegur salah seorang petugas polisi Polres Mamuju yang mencoba melintas di jalan depan tribun lapangan Ahmad Kirang Mamuju, yang ditutup untuk persiapan pelepasan pawai tabiran lebaran Idul Fitri yang akhirnya ditunda.

"Arfan hanya menegur oknum polisi yang tidak berseragam itu untuk tidak melintas, di jalan depan tribun lapangan Ahmad Kirang Mamuju, karena jalan itu ditutup untuk persiapan takbir keliling lebaran," kata Mamat salah seorang warga yang ada di tempat kejadian.

Namun kata dia, teguran itu tidak disambut baik petugas polisi itu dan memanggil rekannya sekelompok petugas Patmor Polres Mamuju yang ada di sekitar lapangan Ahmad Kirang Mamuju yang akan mengamankan rencana pawai takbir keliling yang sediannya akan digelar Pemerintah Kabupaten Mamuju.

"Polisi menantang Arfan dan kemudian berlalu memanggil rekannya sekelompok patmor, mungkin ada lima orang patmor yang kemudian datang lalu secara serta merta menyerang Arfan dan terjadilah perkelahian tak seimbang,"katanya.

Ia mengatakan, Arfan mencoba melawan namun karena polisi terlalu banyak akhirnya Arfan jadi bulan-bulanan sekelompok polisi itu, kemudian Arfan digiring polisi itu ke pos Satpol PP depan rumah jabatan Bupati Mamuju yang berada di depan Lapangan Ahmad Kirang Mamuju untuk diamankan.

Ia mengatakan, warga sekitar yang akan mengikuti pawai takbiran mengecam tindakan oknum polisi yang memukul Arfan dengan cara mengeroyok hanya karena persoalan sepele, warga sempat berteriak-teriak kearah sekolompok polisi yang memukuli Arfan di tempat kejadian.

Irfan salah seorang petugas DLLAJR Dishub Mamuju yang ada dilokasi kejadian dan bertugas mengamankan persiapan pawai takbiran menyesalkan tindakan polisi yang tidak mau ditegur dan mencoba menerobos jalan yang ditutup untuk persiapan takbir keliling.

"Kita ini kan hanya bertugas, masa petugas polisi tidak tahu aturan karena dilarang masih mau menerobos, dan justru memukul teman kami yang sedang menjalankan tugas ini sangat tidak adil bagi kami," katanya.

Sementara itu Arfan yang diminta keterangan tidak memberikan jawaban atas pemukulan yang dialaminya, dan tidak memberikan jawaban apakah pemukulan yang dialaminya akan dilaporkan ke Polres Mamuju untuk ditangani secara hukum.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mamuju Syarifuddin Husain ketika dikonfirmasi mengatakan, kalau perkehalian yang dialami bawahannya hanya persoalan sepele dan mesti diselesaikan secara kekeluargaan.

"Masalah yang menimpa Arfan, kita berharap tidak diproses secara hukum, karena masalah ini hanya persoalan sepele karena kurangnya koordinasi petugas kami di lapangan dengan polisi, kami akan upayakan agar Arfan dan sekelompok polisi yang mengeroyoknya dapat berdamai," katanya. (MFH/K004) Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2011


Ciptakan kerja Part time di rumahkisah sukses clickbank
Read More ...
Diberdayakan oleh Blogger.